Langsung ke konten utama

Postingan

URBANISASI DALAM PENGEMBANGAN PEMBANGUNAN DAN LINGKUNGAN

Oleh : MARDIANSYAH, SP;   Ir.,SIGIT SUJATMIKO  M.Sc, Ph.D Menurut data BPS Tahun 2019,   bahwa jumalh penduduk Indonesia di proyeksikan pada tahun 2020 mencapai 270 juta jiwa. Angka tersebut terdiri dari 135,34 juta jiwa laki-laki dan 134,27 juta jiwa perempuan. Dikelompokkan berdasarkan usia belum produktif, produktif dan tidak produktif terdiri dari 66,07 juta, 185,34 juta dan 18,2 juta jiwa. Dengan demikian era bonus demografi yaitu jumah penduduk produktif lebih besar dibandingkan yang belum dan tidak produktif, hal dimiliki Indonesia. Pemerataan pembangunan yang masih belum mencapai ke daerah, hal ini dilihat dari data pertumbuhan ekonomi nasional (PNB) di Pulau Jawa mencapai 60 %, sedangkan pemerataan pembangunan sangat dibutuhkan didaerah. Urbanisasi adalah perpindahan penduduk dan desa ke kota atau dan kota kecil ke kota besar yang disebabkan oleh adanya faktor penarik dari kota besar dan faktor pendorong dari desa. Orang-orang yang melakukan u...

BKSDA BENGKULU DAN BUPATI KEPAHIANG, TANDATANGANI KESEPAKATAN KEMITRAAN KONSERVASI SKEMA PEMULIHAN EKOSISTEM BERSAMA MASYARAKAT DI TAMAN WISATA ALAM BUKIT KABA

Komitmen Pemulihan Ekosistem Skema Kemitraan Konservasi di TWA Bukit Kaba, Kepahiang Kepahiang, 21 Oktober 2019. Bertempat di ruang Rapat Bupati Kabupaten Kepahiang dilakukan penandatangan Kesepakatan Pemulihan Ekosistem Bersama Masyarakat Dengan Skema Kemitraan Konservasi di Taman Wisata Alam Bukit Kaba. Kegiatan ini dihadiri oleh Dr. Ir. Hidayatullah Sjahid, MM. IPU (Bupati Kepahiang), Ir Donal Hutasoit. M.E (Kepala Balai BKSDA Bengkulu), Dr. Suharno, S.Sos, M.Si (Kepala Sub Bagian Tata Usaha BKSDA Bengkulu), Said Jauhari, S.Hut, M.Si (Kepala Seksi Konservasi Wilayah I BKSDA Bengkulu), Sekretaris Daerah Kab. Kepahiang, Unsur SKPD, Forkopinda, Para Asisten dan Staf Ahli, Kapolres Kepahiang, DANDIM, Pengadilan Negeri Kepahiang, Kejari Kepahiang, Camat Kabawetan, Kepala Desa Suka Sari, Kepala Desa Bandung Jaya, Petani perwakilan dari 4 Kelompok Tani calon Kemitraan Konservasi dan Akar Foundation. Kepala BKSDA Bengkulu, Ir Donal Hutasoit. M.E dalam kata sambutan dan pemaparanny...

Peran PERDA 29 / 2003 ttg Adat Kota Bengkulu dalam Konservasi Sumber Daya Alam dan Eksosistem

Mardiansyah *BKSDA Bengkulu *SKMA Pekanbaru *Pascasarjana Pengelolaan SDA UNIB Perda Kota Bengkulu No. 29 Tahun 2003 PEMBERLAKUAN ADAT KOTA BENGKULU SEBAGAI PERAN PERATURAN DAERAH KOTA BENGKULU DALAM PENGELOLAAN SUMBER DAYA ALAM  DI BIDANG KONSERVASI SUMBER DAYA ALAM DAN EKOSISTEM  Secara administrasi Pemerintah Daerah Kota Bengkulu melalui Badan Musayarawah Adat bersama DPRD Kota Bengkulu telah mengesahkan Peraturan Daerah Kota Bengkulu Nomor : 29 Tahun 2003 tentang Pemberlakuan Adat Kota Bengkulu. Dalam buku Adat Kota Bengkulu yang diterbutkan Bagian Hukum SETDA Kota Bengkulu Tahun 2005 (penulis diberikan oleh Ketua BMA Kota Bengkulu Tahun 2017 yang lalu).  Didalamnya telah memperhatikan kelestarian kawasan lindung hutan konservasi Cagar Alam Danau Dusun Besar yang menjadi paru-paru Kota Bengkulu, yang harus "kita" jaga bersama. Dalam kesempatan ini telah penulis sampaikan Peraturan Daerah Kota Bengkulu No. 29 Tahun 2003 ini sebagai sa...

Kebakaran Hutan dan Lahan di Sumatera dan Kalimantan (Catatan Sejarah, Ekologi, Sosial, Ekonomi, Pencegahan dan Penanggulangan)

Mardiansyah*, Reflis** *BKSDA Bengkulu; Pascasarjana PSDA Universitas Bengkulu **Dosen PSDA Universitas Bengkulu Karhutlah di Riau (Dok. GoRiau) Kebakaran Hutan dan Lahan di Sumatera dan Kalimantan (Catatan Sejarah, Ekologi, Sosial, Ekonomi, Pencegahan dan Penanggulangan) Catatan Karhutlah Kebakaran hutan dan lahan (karhutla) masih terus terjadi di Indonesia, terutama di Sumatera, Riau, dan Kalimantan. Sejarah mencatat, karhutla hebat pernah terjadi di Riau dan Kalimantan tahun 1997 silam. Dampaknya amat parah, termasuk jatuhnya pesawat dan efek asap yang sampai ke negara-negara tetangga seperti Singapura, Malaysia, Brunei Darussalam, juga Thailand, Filipina, serta Australia. Efek kebakaran hutan dan lahan yang terjadi akhir-akhir ini juga cukup mengkhawatirkan. Sebaran asap yang ditimbulkan sudah amat meluas, mencapai sebagian besar wilayah Sumatera dan Kalimantan, bahkan warga negeri jiran juga turut merasakan dampaknya, (BMKG,17/9/2019). Berdasarkan data ...

BKSDA BENGKULU - KPHK ENGGANO RESPONSIF PADAMKAN KEBAKARAN LAHAN DI PULAU ENGGANO

Oleh : Mardiansyah, Sugita, Said Jauhari Dokumentasi : Tim KPHK Enggano, SKW I, BKSDA Bengkulu Papan Larangan Membakar Hutan dan Lahan (Desa Malakoni, Polsek Enggano) Tim KPHK Enggano, SKW I,  BKSDA Bengkulu langsung merespon laporan masyrakat tentang terjadinya kembali kebakaran lahan di area  Transmigrasi  Malakoni Pemadaman di lokasi yang terbakar Tim KPHK Enggano bersama-sama pihak Kecamatan, Desa Malakoni, Kadun, Polsek Enggano, Koramil, TNI AD dan masyarakat sekitar ikut berperan bersama memadamkan kebakaran lahan di Pulau Enggano Pemantauan kebakaran lahan agar tidak merambat ke pemukiman Transmigrasi Malakoni Pasca kebakaran lahan di lokasi  Transmigrasi  Malakoni

Satu Terduga Pelaku Pembakaran Lahan di Enggano Ditetapkan Tersangka

Dok. BETVNEWS Satu Terduga Pelaku Pembakaran Lahan di Enggano Ditetapkan Tersangka FITRIANI WARIS NUR TINRI 23 Agustus 2019, 11:35 am BETVNEWS,-  Satu dari dua orang terduga pelaku penyebab terjadinya kebakaran hutan dan lahan (Karhutla) di Kecamatan Enggano, kabupaten Bengkulu Utara telah ditetapkan sebagai tersangka. SW (50), saat ni telah diserahkan ke Polres Bengkulu Utara. Guna dilakukan penyidikan lebih lanjut. Dikatakan Kasat Reskrim AKP Jerry Antonius Nainggolan SIK. Tersangka melakukan pembakaran lahan pada 18 Agustus lalu. Dan sempat diamankan pihak Polsek Enggano bersama satu orang rekannya yaitu AK (37) guna melakukan pemeriksaan. “Tersangka diamankan pada 19 Agustus. Dari hasil pemeriksaan satu orang akhirnya ditetapkan sebagai tersangka yaitu A-W, dan diserahkan ke Polres untuk penyidikan lebih lanjut,” ujar Jerry (23/8) Jery menambahkan, Dalam kebakaran hutan tersebut, salah seorang korban pemilik lahan yang terbakar dan sekaligus pelapor ...