Langsung ke konten utama

Postingan

Menampilkan postingan dengan label klhk

Meggunakan Metode Management Effectiveness Tracking Tool (METT) di Kawasan Hutan Konservasi

Oleh : Mardiansyah Tim Fasilitator METT di BKSDA Bengkulu Dalam Kementerian LHK (2017), bahwa sistem monitoring yang digunakan dalam rangka tindaklanjut dan sejalan dengan Program of Work (PoW) Convention on Biodiversity (CBD) tahun 2004, bahwa setiap negeri yang meratifikasi CBD diharuskan untuk mengikuti pada 4 tujuan (goal) dalam dokumen tersebut.  Metode yang digunakan di Indonesia adalah Metode Management Effectiveness Tracking Tool (METT) proses penilaian dilakukan dengan mengisi kuisioner yang terdiri dari : Lampiran 1.  Laporan Kemajuan Situs Kawasan Konservasi. Berisi detil penilain dan informasi dasar tentang situs seperti nama, ukuran, lokasi, dll. Lampiran 2.  Data Ancaman Kawasan Konservasi. Berisi daftar generic ancaman yang dihadapi kawasan konservasi. Lampiran 3.  Lembar Penilaian Efektifitas Pengelolaan Kawasan Konservasi Daratan ( terresretial ). Lembar penilaian dengan sekitar 30 pertanyaan dalam format tabel, termasuk tiga kolom...

KLHK dan Tim Gabungan Selamatkan Kawasan Cagar Alam Air Rami

BKSDA Bengkulu,  29 November 2019 Oleh : Mardiansyah, SP (Polhut Pertama) FOR IMMEDIATE  RELEASE Contact Person             :  Said Jauhari, S.Hut, M.Si  Kepala Seksi Konservasi Wilayah I, BKSDA Bengkulu HP/WA:      081377508687 Email : saidjauhari1971@gmail.com Kepala BKSDA Bengkulu dan para pihak melakukan conferensi press di Cagar Alam Air Rami Provinsi Bengkulu memiliki Panjang pantai +/- 525 km, yang mana 228 km diantaranya merupakan Kawasan konservasi. Pada saat ini ancaman abrasi sudah dirasakan sangat parah, bahkan ada jalan beberapa ruas jalan yang harus dipindah dari pinggir pantai kearah daratan menjauh dari pantai. Hal ini terutama disebabkan rusaknya hutan pantai baik yang berada di luar Kawasan konservasi maupun yang berada di Kawasan konservasi (Taman Wisata Alam dan Cagar Alam). Cagar Alam (CA) Air Rami yang berada di pantai barat propinsi bengkulu di Desa...

Kebakaran Hutan dan Lahan di Sumatera dan Kalimantan (Catatan Sejarah, Ekologi, Sosial, Ekonomi, Pencegahan dan Penanggulangan)

Mardiansyah*, Reflis** *BKSDA Bengkulu; Pascasarjana PSDA Universitas Bengkulu **Dosen PSDA Universitas Bengkulu Karhutlah di Riau (Dok. GoRiau) Kebakaran Hutan dan Lahan di Sumatera dan Kalimantan (Catatan Sejarah, Ekologi, Sosial, Ekonomi, Pencegahan dan Penanggulangan) Catatan Karhutlah Kebakaran hutan dan lahan (karhutla) masih terus terjadi di Indonesia, terutama di Sumatera, Riau, dan Kalimantan. Sejarah mencatat, karhutla hebat pernah terjadi di Riau dan Kalimantan tahun 1997 silam. Dampaknya amat parah, termasuk jatuhnya pesawat dan efek asap yang sampai ke negara-negara tetangga seperti Singapura, Malaysia, Brunei Darussalam, juga Thailand, Filipina, serta Australia. Efek kebakaran hutan dan lahan yang terjadi akhir-akhir ini juga cukup mengkhawatirkan. Sebaran asap yang ditimbulkan sudah amat meluas, mencapai sebagian besar wilayah Sumatera dan Kalimantan, bahkan warga negeri jiran juga turut merasakan dampaknya, (BMKG,17/9/2019). Berdasarkan data ...